Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transaksi pembayaran non tunai, suku bunga, dan inflasi terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data bulanan periode Januari 2018 hingga Desember 2024 dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel transaksi pembayaran non tunai (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar, dengan nilai probabilitas sebesar 0,0001 < 0,05 dan thitung -4,062960 < ttabel -1,98969. Suku bunga (X2) berpengaruh positif dan signifikan dengan probabilitas 0,0019 < 0,05 dan thitung 3,208229 > ttabel 1,98969. Sebaliknya, inflasi (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar, dengan probabilitas 0,2633 > 0,05 dan thitung 1,126611 < ttabel 1,98969. Uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar, dengan nilai Fhitung sebesar 6,798323 > Ftabel 2,72 dan probabilitas 0,000385 < 0,05. Koefisien determinasi (Adjusted R-squared) sebesar 0,7326 menunjukkan bahwa 73,26% variasi jumlah uang beredar dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya 26,74% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil ini mengindikasikan pentingnya penguatan kebijakan moneter yang responsif terhadap perkembangan sistem pembayaran digital dan suku bunga untuk menjaga kestabilan likuiditas nasional. Kata kunci: Transaksi non tunai, suku bunga, inflasi, dan jumlah uang beredar
Copyrights © 2025