Abstrak Penyakit Morbili atau campak, adalah anggota keluarga virus RNA dan dikenal sangat menular. Spesies seperti monyet, dapat terinfeksi dan terlibat dalam proses penularan penyakit, sehingga manusia menjadi satu-satunya reservoir. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 3.341 kasus campak yang telah terkonfirmasi tahun 2022. Kabupaten Sampang mengalami peningkatan kasus virus campak terbanyak menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (283 kasus) pada tahun 2022 dengan jumlah penduduk mencapai 915.390 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan penyakit campak di poli anak RS Nindhita, Kabupaten Sampang, periode Juli – September 2023. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan memberikan kuisioner sebagai data primer kepada responden dan mengambil data rekam medis sebagai data sekunder yang diperoleh dari poli anak RS Nindhita, Kabupaten Sampang, Periode Juli - September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua kategori kurang berjumlah 1 responden (4,5%), cukup berjumlah 2 responden (9,1%), baik berjumlah 18 responden (81,8%), dan sangat baik berjumlah 1 responden (4,5%). Anak yang belum mendapatkan imunisasi campak berjumlah 3 responden (13,6%) dan anak yang sudah mendapatkan imunisasi campak berjumlah 19 responden (86,4%). Anak yang belum terkena campak berjumlah 12 responden (54,5%) dan anak yang pernah terkena campak berjumlah 10 responden (45,5%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan penyakit campak di RS Nindhita, Kabupaten Sampang, periode Juliseptember 2023 dengan nilai P = > 0,05, serta tidak ada hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan status imunisasi campak di RS Nindhita, Kabupaten Sampang, periode Juli - September 2023 dengan nilai P = > 0,05. Kata kunci : tingkat pengetahuan, imunisasi campak, penyakit campak
Copyrights © 2026