Kesibukan tugas kepolisian kerap membatasi kesempatan anggota Polsek untuk mendalami ilmu keagamaan, khususnya kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah yang benar. Merespons hal ini, KUA Kapanewon Lendah menjalankan program pembinaan keagamaan Pelita Madinahku yang khusus menyasar anggota Polsek Lendah. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran KUA Kapanewon Lendah dalam membina keagamaan anggota Polsek Lendah melalui program tersebut, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Data dihimpun melalui observasi partisipatif selama PPL, wawancara dengan penyuluh agama Islam dan Kepala KUA, serta studi dokumentasi atas pelaksanaan kegiatan pada 5 Agustus 2026, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelita Madinahku dijalankan melalui dua tahap: pembelajaran membaca Al-Qur'an berjenjang sesuai kemampuan peserta, dan tausiah interaktif bertema optimalisasi amal saleh dalam tugas kedinasan, yang bersama-sama memperkuat literasi keagamaan, spiritualitas, dan integritas kerja anggota. Faktor pendukung meliputi keterlibatan aktif para penyuluh agama dan dukungan Kepala KUA, sedangkan hambatan utama berupa variasi kemampuan membaca peserta dan kesibukan tugas operasional. Penelitian ini merekomendasikan fleksibilitas penjadwalan dan pendokumentasian capaian program yang lebih sistematis.
Copyrights © 2026