Tasybih merupakan salah satu pokok kajian dalam ilmu bayan yang digunakan untuk menjelaskan makna melalui hubungan perbandingan antara dua unsur yang memiliki kesamaan pada aspek tertentu. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep dasar, unsur pembentuk, klasifikasi, dan fungsi retoris tasybih dalam memahami keindahan serta kedalaman pesan Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data primer konseptual diperoleh dari bahan kajian ilmu bayan, sedangkan data pendukung berasal dari buku balaghah dan artikel ilmiah yang membahas tasybih dalam Al-Qur’an. Analisis dilakukan melalui identifikasi unsur, klasifikasi bentuk, pembacaan konteks, dan interpretasi fungsi retoris. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasybih memiliki empat unsur utama, yaitu musyabbah, musyabbah bih, adat tasybih, dan wajh al-syibh. Berdasarkan perspektif analisisnya, tasybih dapat dibedakan menjadi tamtsil dan ghairu tamtsil, mufashshal dan mujmal, mursal dan mu’akkad, serta baligh dan ghairu baligh; selain itu terdapat bentuk khusus seperti maqlub dan dhimni. Tasybih tidak hanya berfungsi sebagai perangkat estetis, tetapi juga untuk memperjelas kualitas dan keadaan, meneguhkan makna, mengonkretkan gagasan abstrak, serta menyampaikan pesan moral dan spiritual. Dengan demikian, kajian tasybih relevan bagi studi Al-Qur’an dan pembelajaran ilmu bayan karena menghubungkan struktur kebahasaan dengan fungsi makna dan tujuan retoris.
Copyrights © 2026