Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gender dan religiusitas dengan kecenderungan penggelapan pajak serta membandingkan pola hasil antara wajib pajak dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 303 partisipan, yaitu 50 wajib pajak dan 253 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan two-way ANOVA yang dilakukan secara terpisah pada masing-masing kelompok untuk menguji hubungan gender, religiusitas, dan interaksi keduanya dengan kecenderungan penggelapan pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender dan religiusitas berhubungan secara signifikan dengan kecenderungan penggelapan pajak pada kedua kelompok. Selain itu, terdapat interaksi yang signifikan antara gender dan religiusitas pada kelompok wajib pajak maupun mahasiswa. Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan pola hasil yang konsisten antara kedua kelompok, meskipun konsistensi tersebut tidak dapat diinterpretasikan sebagai bukti kesetaraan statistik antara wajib pajak dan mahasiswa.
Copyrights © 2026