Artikel ini bertujuan untuk menganalisis representasi konflik ibu mertua dan menantu perempuan dalam sinetron Indonesia serta mengungkap implikasinya terhadap konstruksi relasi gender dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelusuran dan seleksi berbagai artikel jurnal ilmiah, buku, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen yang membahas representasi media, budaya patriarki, stereotip gender, dan konflik ibu mertua–menantu perempuan dalam sinetron Indonesia. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif melalui proses reduksi data, kategorisasi tema, dan sintesis literatur untuk mengidentifikasi pola representasi yang muncul secara konsisten. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai kajian secara konsisten menggambarkan konflik antara ibu mertua dan menantu perempuan sebagai pola naratif yang merepresentasikan perebutan otoritas domestik, legitimasi moral, dan afeksi laki-laki. Representasi tersebut memperlihatkan perempuan sebagai pihak yang saling berkompetisi, sementara laki-laki lebih sering diposisikan sebagai pihak yang netral atau mediator sehingga struktur patriarki yang melatarbelakangi ketimpangan relasi kuasa menjadi kurang tampak. Pola tersebut berkontribusi terhadap reproduksi stereotip gender dan normalisasi relasi patriarkal dalam keluarga.
Copyrights © 2026