Transformasi digital pelayanan pajak daerah menghadirkan kanal umpan balik publik yang organik dan berkelanjutan melalui platform distribusi aplikasi. Penelitian ini mengevaluasi kualitas e-government dan efektivitas komunikasi publik aplikasi Bapenda Sulsel Mobile dengan menganalisis 640 ulasan pengguna di Google Play Store (Juni 2022–April 2026). Menggunakan analisis sentimen berbasis pembelajaran mesin (TF-IDF + Logistic Regression, akurasi 88,0%, AUC 92,9%) yang dipadukan dengan pemetaan aspek terhadap kerangka kualitas layanan e-government, studi ini menemukan: (1) distribusi sentimen 68,8% positif dan 23,9% negatif; (2) kesenjangan kualitas berupa efisiensi yang diakui tinggi (57 dari 69 sebutan positif) dan reliabilitas yang lebih banyak dikeluhkan (66 dari 95 sebutan negatif); (3) dua insiden teknis episodik (Januari 2023 dan Juni 2024) yang memuncak pada kenaikan sentimen negatif; serta (4) peningkatan responsivitas institusional (tingkat balasan dari 4,4% pada 2023 menjadi 36,9% pada 2025). Secara kualitatif, ketidakpercayaan publik terkonsentrasi pada isu pungutan liar di Samsat, inkonsistensi tarif, dan kegagalan rekonsiliasi pembayaran. Studi ini menempatkan ulasan app-store sebagai instrumen evaluasi layanan publik digital yang melengkapi survei konvensional.
Copyrights © 2026