Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pendapatan dan tingkat kelayakan usahatani Jagung Hibrida di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Penentuan responden dilakukan dengan metode sample random sampling, dengan mengambil sebanyak 35 responden dari total sebanyak 166 populasi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memperoleh rata-rata pendapatan usahatani jagung hibrida adalah sebesar Rp. 6.206.437,11/1,58ha atau Rp. 3.928.124,76/ha/Mt, dengan harga jual sebesar Rp. 4500/Kg. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani responden Jagung Hibrida sebesar Rp. 18.247.839,06/1,58 ha atau Rp. 11.549.265,23/ha/Mt, dengan total biaya yang dikeluarkan rata-rata total biaya usahatani sebesar Rp. 18.247.839,06/1,58 ha atau Rp. 11.549.265,23/ha/Mt. Perubahan harga yang diterima petani memperlihatkan bahwa usahatani Jagung Hibrida di Desa Beka layak diusahakan hal ini ditunjukkan dengan nilai R/C>1(1,34). Kendala hasil penelitian juga menunjukkan yang dihadapi petani responden dalam mengelola usahatani jagung hibrida yaitu tingginya harga yang dikeluarkan untuk biaya input produksi dalam mengusahakan jagung hibrida.
Copyrights © 2026