Krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997–1999 memberikan tekanan besar terhadap pasar modal, terutama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang menjadi salah satu perhatian dalam pemberitaan surat kabar. Penelitian ini mengkaji pembingkaian koran Bisnis Indonesia dan Republika terhadap dinamika IHSG selama masa krisis serta persamaan dan perbedaan pembingkaian keduanya. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah pers melalui tahapan pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Analisis menggunakan teori framing Robert M. Entman yang mencakup Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgment, dan Suggest Remedies. Sumber penelitian terdiri atas 38 artikel, yaitu 21 artikel Bisnis Indonesia dan 17 artikel Republika, yang diperoleh dari arsip Perpustakaan Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bisnis Indonesia lebih sering menekankan mekanisme pasar, nilai tukar, kondisi keuangan, dan kebijakan ekonomi, sedangkan Republika dalam sumber yang dianalisis lebih banyak mengaitkan krisis dengan kepercayaan investor, kebijakan pemerintah, kondisi sosial-politik, dan keterlibatan lembaga internasional. Pada 1999, dua artikel Republika yang tersedia dalam korpus penelitian menunjukkan pergeseran dari narasi keruntuhan dan ketidakpastian menuju stabilisasi dan pemulihan yang dikaitkan dengan kondisi politik dan keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa pembingkaian media bersifat dinamis, dengan keterbatasan korpus yang tidak sepenuhnya seimbang, terutama karena periode 1999 hanya diwakili oleh dua artikel Republika.
Copyrights © 2026