Film menyampaikan emosi bukan hanya melalui dialog, tetapi juga melalui teknik sinematografi sebagai sistem tanda visual. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi emosi negatif berupa penyesalan dalam film Sore: Istri dari Masa Depan. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis, metode kualitatif interpretatif, semiotika Roland Barthes, dan Teori Konstruksi Realitas Sosial. Data primer diperoleh melalui observasi berulang dan dokumentasi lima adegan yang dipilih secara purposif; data sekunder berasal dari literatur akademik. Analisis mencakup ukuran bidikan, sudut kamera, pencahayaan, komposisi, fokus, dan tanda visual pada tataran denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil menunjukkan bahwa bingkai jendela menandai keterasingan, pencahayaan redup dan asap rokok menandai pergulatan batin, close-up dan latar kabur menandai penderitaan intim, gestur menunduk menandai pengakuan kesalahan, sedangkan pencahayaan terang berlatar biru menandai penerimaan diri. Temuan tersebut menunjukkan konsistensi perubahan visual sepanjang perkembangan naratif tokoh. Penelitian menyimpulkan bahwa teknik pengambilan gambar mengonstruksi perjalanan emosi dari rasa bersalah menuju refleksi dan penerimaan diri tanpa bergantung pada dialog verbal.
Copyrights © 2026