Kanker kulit adalah salah satu dari sekian banyak kanker yang berbahaya. Di Indonesia sendiri kasus kanker kulit menduduki peringkat ketiga setelah kanker rahim dan kanker payudara untuk wanita, sedangkan pada pria kasus kanker kulit menduduki peringkat kedua setelah kanker paru. Kurangnya kesadaran akan pentingnya pencegahan dini serta minimnya fasilitas maupun teknologi menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan kanker kulit di Indonesia. Pada penelitian ini dirancang perangkat pendeteksi dini kanker kulit pada perangkat Android smartphone berbasis pengolahan citra, dengan citra yang diakuisisi oleh perangkat Android tersebut secara langsung maupun menggunakan mikroskop tambahan. Sistem ini menggunakan pengolahan citra dengan Hue Saturation Lightness (HSL) dan Hue Saturation Value (HSV) untuk menilai keadaan suatu nevus berdasarkan parameter ABCD (Asymmetrical, Border, Color, Diameter). Hasil olahan citra ini akan menjadi sebuah penilaian awal (screening test) yaitu apakah tahi lalat tersebut berpotensi atau tidak menjadi tahi lalat yang ganas atau kanker. Dilengkapi dengan pemeriksaan lebih dalam dengan sistem pakar berupa nilai kondisi dari nevus yang dimiliki pasien atau penderita berdasarkan gejala yang dirasa, yang terbagi menjadi Low Risk, Medium Risk, dan High Risk. Hasil dari aplikasi menunjukkan tingkat akurasi 100% untuk citra beresolusi dermoscopy, sebesar 85% untuk hasil citra beresolusi dermoscopy yang diambil menggunakan kamera, dan 50% menggunakan kamera secara langsung yang disertai dengan mikroskop. Hasil yang didapat tersebut diperoleh dari validasi yang dilakukan oleh dokter kulit.
Copyrights © 2026