Artikel ini mengkaji evolusi literatur riset perilaku memilih (voter behavior) di Indonesia sepanjang tiga dekade era Reformasi (1999-2026) melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review). Fokus utama kajian ini adalah menganalisis pergeseran paradigma teoretis dari determinisme sosiologis-struktural menuju kompleksitas hibriditas orientasi elektoral. Temuan sintesis literatur menunjukkan bahwa perilaku memilih masyarakat Indonesia kontemporer merepresentasikan artikulasi simultan antara kalkulasi rasional-ekonomis, loyalitas primordial, polarisasi afektif berbasis algoritma digital dan persistensi jaringan patronase lokal. Penetrasi ekosistem media sosial terbukti memperkuat terbentuknya ruang gema (echo chambers) dan disinformasi yang mengamplifikasi politik identitas, terutama pada segmen pemilih muda. Secara paralel, pragmatisme struktural dan pertukaran material tetap beroperasi secara fungsional di tingkat akar rumput. Dengan demikian, dinamika elektoral Indonesia pasca-reformasi menegaskan adanya bentuk rasionalitas adaptif (bounded rationality) yang bernegosiasi secara dinamis dengan modernitas politik yang cair.
Copyrights © 2026