Pada usia 3–6 bulan, bayi mulai menunjukkan kemampuan berinteraksi, Salah satu bentuk interaksi fisik yang paling mendasar dan memiliki manfaat luas bagi bayi adalah aktivitas menggendong, dalm praktik pengasuhan sehari‑hari, terdapat berbagai cara menggendong yang diterapkan oleh orang tua. Salah satu posisi M‑Shape di mana punggung bayi melengkung alami, lutut lebih tinggi dari pinggul, dan kaki menjuntai bebas ke samping membentuk huruf “M”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan menggendong posisi M-Shape terhadap bounding attachment dan kualitas tidur pada bayi berusia 3-6 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini menggunakan jenis analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3-6 bulan sebanyak 137 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi untuk menilai teknik menggendong posisi M-Shape serta kuesioner untuk menilai bounding attachment dan kualitas tidur bayi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 58 responden sebagian besar menggendong posisi M-Shape dengan teknik yang kurang baik sebanyak 37 responden (63,8%). Sebagian besar menerapkan bounding attachment yang kurang baik sebanyak 36 responden (62,1%). Kualitas tidur bayi sebagian besar buruk sebanyak 30 responden (51,7%). Ada hubungan menggendong posisi M-Shape dengan bounding attachment dengan p-value 0,001 (p<0,05). Ada hubungan menggendong posisi M-Shape dengan kualitas tidur bayi dengan p-value 0,001 (p<0,05). Disimpulkan bahwa ada hubungan menggendong posisi M-shape terhadap bounding attachment dan kualitas tidur pada bayi berusia 3-6 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota.
Copyrights © 2026