Penyakit Kulit Berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD) serta Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan penyakit virus yang sangat menular dan berdampak besar terhadap kesehatan serta produktivitas sapi. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan kemungkinan adanya koinfeksi antara LSD dan PMK/FMD yang jarang terjadi. Koinfeksi antara LSD dan PMK/FMD telah dilaporkan di sejumlah negara endemis dan menunjukkan dampak klinis serta patofisiologis yang lebih parah dibandingkan infeksi tunggal. Seekor sapi jantan jenis Simmental, berusia dua tahun, dengan body condition score 3 menunjukkan gejala lesu, nafsu makan menurun, adanya nodul-nodul kulit di seluruh permukaan tubuh. Populasi sapi di dalam kandang berjumlah empat ekor. Dua ekor sapi lain menunjukkan gejala hipersalivasi, terdapat luka pada bagian mulut dan kuku kaki hampir terlepas. Sampel darah diambil dari vena jugularis. Pemeriksaan klinis, pemeriksaan hematologi dan polymerase chain reaction (PCR) dilakukan untuk peneguhan diagnosis. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan adanya limfositosis dan anemia normositik hipokromik. Pemeriksaan kimia darah menunjukkan adanya peningkatan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT). Hasil pemeriksaan PCR meneguhkan adanya infeksi oleh Foot and Mouth Disease Virus (FMDV) di dalam sampel. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sapi kasus didiagnosis mengalami koinfeksi LSD dan PMK/FMD. Terapi yang diberikan berupa antibiotik dan multivitamin. Sapi menunjukkan respons kesembuhan pascaterapi, walaupun nodul di kulit masih tampak.
Copyrights © 2026