Permasalahan gizi seimbang dan kesehatan gigi-mulut masih menjadi tantangan di sekolah dasar, termasuk di SDN Bojongsalaman 02 Semarang. Observasi awal menunjukkan sebagian siswa belum menerapkan pola makan bergizi serta kurang menjaga kebersihan gigi, yang berdampak pada konsentrasi belajar dan kesehatan umum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik hidup sehat melalui integrasi edukasi gizi seimbang dan perawatan gigi-mulut berbasis sekolah. Metode intervensi meliputi penyuluhan interaktif dengan media visual, demonstrasi sikat gigi yang benar, simulasi penyusunan menu bergizi sederhana, serta diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi perilaku sehari-hari. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa, dengan rata-rata skor gizi seimbang naik dari 83,6 menjadi 93,2 dan kesehatan gigi-mulut dari 81,6 menjadi 91,6. Selain itu, terjadi perubahan perilaku nyata, seperti meningkatnya kebiasaan membawa bekal bergizi dan menyikat gigi setelah makan siang. Kesimpulannya, integrasi edukasi gizi dan kesehatan gigi-mulut efektif membentuk perilaku hidup sehat sejak dini. Program ini berpotensi menjadi model intervensi terpadu berbasis sekolah yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung gerakan sekolah sehat berkelanjutan.
Copyrights © 2026