Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
Prosiding SENASTITAN Vol. 06 2026

Penilaian Risiko Pada Area Penambangan Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment And Risk Control (HIRARC) dan Matrik Risiko Pada PT. Setiatama Mega Konsultan Job Site PT. XYZ, Kec. Paringin Selatan, Kab. Balangan, Prov. Kalimantan Selatan

Alegra Mayrani Telaumbanua (Unknown)
Minto Basuki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Oct 2026

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di area kerja PT. Setiatama Mega Konsultan pada jobsite PT. XYZ yang berlokasi di Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, dengan fokus pengamatan pada tiga area utama, yaitu front loading, hauling dan settling pond. Industri pertambangan merupakan salah satu sektor di Indonesia yang menghadapi risiko kecelakaan kerja sangat tinggi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, terdapat 217 insiden kecelakaan di tambang sepanjang tahun 2023, di mana 48 orang kehilangan nyawa. PT. Setiatama Mega Konsultan, yang berfungsi sebagai subkontraktor PT. XYZ, masih belum sepenuhnya menerapkan metode penilaian risiko secara sistematis di lokasi tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi untuk pengendalian risiko di lingkungan kerja PT. Setiatama Mega Konsultan. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) yang dikombinasikan dengan matriks risiko sesuai standar AS/NZS 4360:2004. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara, dan pengisian kuesioner oleh para pekerja. Penelitian berlangsung selama dua bulan, dari Februari hingga Maret 2026. Temuan pengidentifikasian menunjukkan terdapat 13 potensi bahaya, meliputi benturan oleh bucket yang bergerak, mesin overhead, tertimpa pohon atau hewan liar, bekerja di ketinggian, tanggul yang rusak, lereng yang runtuh, flyrock, jarak kendaraan yang terlalu dekat, beban dump truck yang berlebihan, jalan hauling yang tidak rata, tanah yang licin, kelelahan operator, dan paparan debu. Hasil dari penilaian risiko yang dilakukan dengan menggabungkan HIRARC dan Matrik Risiko mengungkapkan bahwa 8 potensi bahaya termasuk dalam kategori risiko tinggi sementara 5 potensi bahaya lainnya berada pada tingkat risiko sedang. Tingkat risiko tertinggi terdeteksi di area hauling dengan nilai 12 (tinggi), yang disebabkan oleh bahaya kelelahan operator dan paparan debu yang mengganggu penglihatan. Pengendalian risiko dilakukan dengan mengikuti hirarki pengendalian yang mencakup eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, pengendalian administratif, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Rekomendasi dari studi ini meliputi pelaksanaan pemeriksaan secara rutin, penegakan Prosedur Operasi Standar (SOP), program manajemen kelelahan, pengendalian debu secara terjadwal, dan pemantauan stabilitas lereng untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan di area penambangan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

senastitan

Publisher

Subject

Automotive Engineering Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Engineering Industrial & Manufacturing Engineering Mechanical Engineering

Description

- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - ...