Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang mendapatkan perhatian serius di Indonesia karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Di Provinsi Jawa Timur, keterbatasan penyajian data spasial yang masih bersifat statis pada penelitian terdahulu menjadi hambatan utama dalam memanfaatkan informasi geografis untuk proses pengambilan keputusan berbasis wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem WebGIS interaktif sebagai Spatial Decision Support System (SDSS) guna meningkatkan visualisasi, aksesibilitas, dan interpretasi informasi spasial disparitas stunting secara komprehensif. Metode pengembangan sistem menerapkan pendekatan SDLC Waterfall berbasis framework Laravel, Leaflet.js, basis data MySQL, dan format data spasial GeoJSON yang diintegrasikan secara langsung dengan hasil analisis Local Indicators of Spatial Association (LISA) dari 38 kabupaten/kota. Hasil pengujian fungsionalitas sistem melalui metode blackbox testing menunjukkan tingkat keberhasilan 100% pada seluruh kriteria pengujian, mencakup rendering peta choropleth interaktif, filtering klaster spasial, pencarian lokasi, penyajian popup informasi detail, serta dashboard peringkat wilayah. Platform WebGIS ini berhasil mentransformasikan data spasial kompleks menjadi visualisasi dinamis yang mempermudah pemangku kebijakan dalam mengidentifikasi wilayah prioritas penanganan, khususnya pada kawasan kerentanan tinggi di Madura dan Tapal Kuda. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan terbukti efektif dan teruji layak dimanfaatkan sebagai alat bantu pendukung keputusan bagi pemerintah daerah dalam merencanakan kebijakan intervensi penanganan stunting secara lebih transparan, efisien, dan tepat sasaran.
Copyrights © 2026