Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi sistem pengendalian persediaan bahan baku kedelai yang diterapkan pada Perusahaan Tempe Murni di Masaran, Sragen, serta membandingkan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT) dalam meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah frekuensi pembelian bahan baku yang relatif tinggi sehingga menyebabkan biaya persediaan belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis dilakukan dengan membandingkan kebijakan perusahaan dengan metode EOQ dan JIT. Metode EOQ dianalisis berdasarkan jumlah pemesanan ekonomis, frekuensi pemesanan, serta Total Inventory Cost (TIC), sedangkan metode JIT dianalisis berdasarkan jumlah pengiriman, kuantitas pesanan, kuantitas pengiriman, dan frekuensi pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian persediaan yang diterapkan perusahaan belum efisien. Pada tahun 2025, kebutuhan bahan baku kedelai mencapai 200.750 kg, dengan kebijakan perusahaan melakukan pembelian sebanyak 64 kali per tahun dan rata-rata kuantitas pembelian sebesar 3.144 kg setiap kali pemesanan. Total biaya persediaan berdasarkan kebijakan perusahaan sebesar Rp3.446.804. Berdasarkan metode EOQ, diperoleh jumlah pemesanan optimal sebesar 11.308 kg dengan frekuensi 18 kali per tahun dan Total Inventory Cost sebesar Rp1.775.178. Dengan demikian, metode EOQ menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp1.671.626 atau sebesar 48,49% dibandingkan kebijakan perusahaan. Sementara itu, metode JIT menghasilkan jumlah pengiriman sebanyak 18 kali, kuantitas pesanan sebesar 451 kg, kuantitas pengiriman sebesar 25 kg, dan frekuensi pemesanan sebanyak 445 kali per tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa JIT lebih menekankan pada pengurangan jumlah persediaan melalui pengadaan bahan baku dalam jumlah kecil dan lebih sering sesuai kebutuhan produksi. Berdasarkan hasil penelitian, metode EOQ lebih efektif dalam mengefisienkan biaya persediaan bahan baku kedelai pada Perusahaan Tempe Murni, sedangkan metode JIT dapat menjadi alternatif untuk mendukung efisiensi operasional melalui pengadaan dan pengiriman bahan baku yang lebih sesuai dengan kebutuhan produksi.
Copyrights © 2026