Biosintesis nanopartikel perak saat ini banyak digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan. Salah satunya untuk pencegahan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti (Ae. aegypti) yang merupakan vektor demam berdarah. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi nanopartikel perak ekstrak daun matoa (Pometia pinnata) sebagai larvasida nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan rancangan post test only control group design dengan menggunakan 5 variasi konsentrasi yaitu 9,8 ppm; 11 ppm; 12,3 ppm; 13,5 ppm dan 14,7 ppm dengan 4 kali pengulangan dengan jumlah larva sebanyak 25 pada setiap percobaan. Kematian larva dihitung setelah 24 jam yang dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney serta analisis Probit. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 9,8 ppm dapat mematikan 14% larva dan rerata kematian semakin meningkat hingga 97% pada konsentrasi 14,7 ppm. Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan adanya efek larvasida yang berbeda secara signifikan antar kelompok uji (p=0,007). Perbedaan ditemukan antara konsentrasi 9,8 ppm; 11 ppm; 12,3 ppm dengan konsentrasi 14,7 ppm. Didapatkan pula Lethal Concentration 50 (LC50) dan LC90 berturut-turut adalah 11,8 ppm dan 14,35 ppm. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan biosintesis nanopartikel perak ekstrak daun matoa memiliki potensi sebagai larvasida nyamuk Ae. aegypti.
Copyrights © 2026