Keterampilan berpikir kritis sangat krusial untuk menumbuhkan kreativitas, kerja tim, dan komunikasi, sesuai dengan persyaratan kecakapan abad ke-21. Sementara itu, inovasi pembelajaran yang dapat menawarkan pengalaman belajar interaktif, dinamis, dan bermakna diperlukan karena keterampilan berpikir kritis murid masih perlu diperkuat. Tujuan proyek ini adalah untuk menciptakan modul elektronik (E-modul) berbasis Augmented Reality dengan panduan pembelajaran yang akan meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid terkait dengan isi jaringan tumbuhan. Model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) menjadi acuan pada penelitian ini. Guru biologi SMA, ahli media, dan ahli materi mengevaluasi E-modul untuk menentukan validitasnya. Grafik Fry dan survei reaksi murid digunakan dalam uji keterbacaan untuk menentukan kepraktisan E-modul. Tes keterampilan berpikir kritis (tes pre-test dan post-test) digunakan untuk menentukan seberapa sukses E-modul tersebut. 36 murid SMA kelas XI berpartisipasi dalam proyek percontohan. Dengan skor 91,8%, E-modul tersebut dianggap otentik, menurut temuan tersebut. Dengan hasil uji keterbacaan pada level 10 dan 11, E-modul tersebut dianggap praktis dan sesuai untuk digunakan di kelas 10, 11, dan 12. Temuan kuesioner respons murid adalah 93,06%. Dengan tingkat penyelesaian tes keterampilan berpikir kritis sebesar 100% dan rata-rata N-gain sebesar 0,83, E-modul tersebut dianggap efektif. Temuan ini mengindikasikan bahwa E-modul pengembangan dinyatakan valid, bermanfaat, dan berhasil dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis murid.
Copyrights © 2026