Peningkatan kapasitas mesin melalui perubahan bore dan stroke merupakan pendekatan yang umum digunakan untuk meningkatkan performa sepeda motor, namun karakteristik peningkatan pada motor matic dengan transmisi CVT perlu dibandingkan secara terukur. Penelitian ini menganalisis tiga konfigurasi Honda Vario 125, yaitu mesin standar, modifikasi stroke up, dan kombinasi stroke up–bore up. Stroke dinaikkan dari 57,9 mm menjadi 62,9 mm, sedangkan konfigurasi kombinasi menggunakan piston bore up berdiameter sekitar 63 mm. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest pada variasi putaran awal 2.000, 3.000, 4.000, dan 5.000 rpm serta pengujian waktu tempuh lintasan 201 m, masing-masing dengan lima pengulangan. Pada 2.000 rpm, torsi rata-rata meningkat dari 21,51 Nm menjadi 25,78 Nm dan 31,18 Nm, sedangkan daya meningkat dari 11,30 HP menjadi 16,10 HP dan 18,08 HP. Rata-rata waktu tempuh 201 m turun dari 13,48 s menjadi 10,89 s dan 10,20 s. Hasil menunjukkan bahwa stroke up meningkatkan performa dibandingkan kondisi standar, sedangkan kombinasi stroke up–bore up menghasilkan torsi dan daya lebih tinggi serta waktu tempuh paling singkat pada konfigurasi pengujian ini.
Copyrights © 2026