Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan pengambilan keputusan klinis secara cepat, tepat, dan berbasis bukti untuk meningkatkan peluang keberhasilan resusitasi. Mahasiswa keperawatan perlu memiliki kemampuan clinical decision making yang baik melalui pembelajaran yang menekankan pengalaman praktik, salah satunya melalui simulasi kegawatdaruratan bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simulasi kegawatdaruratan bencana terhadap kemampuan clinical decision making mahasiswa keperawatan dalam penanganan henti jantung. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with one group design. Sampel penelitian adalah mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa simulasi kegawatdaruratan bencana dengan skenario henti jantung yang mengintegrasikan penilaian cepat, triase, komunikasi tim, dan tindakan resusitasi jantung paru. Kemampuan clinical decision making diukur menggunakan instrumen penilaian terstandar sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kemampuan clinical decision making mahasiswa setelah mengikuti simulasi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,05). Simulasi kegawatdaruratan bencana terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa keperawatan dalam mengambil keputusan klinis pada penanganan henti jantung. Metode ini direkomendasikan sebagai bagian dari strategi pembelajaran keperawatan gawat darurat untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi situasi kegawatdaruratan nyata.Kata kunci: Simulasi Bencana, Clinical decision making, Henti jantung, mahasiswa keperawatan, kegawatdaruratan.
Copyrights © 2025