Cinnamomum sp. is a medicinal plant widely used by people as an ingredient in herbal medicine and traditional medicines, and is known for producing essential oils from its leaves and wood. Its scarcity in nature is exacerbated by limited public awareness of its potential and the practice of logging for timber. This research was conducted in the Special Purpose Forest Area (KHDTK) of the Palangka Raya City Educational Forest, located in Mungku Baru Village, Rakumpit District, Palangka Raya City and known as KHDTK Mungku Baru. Data were collected using a grid line method with systematic placement. A total of 12 transects measuring 500 m × 20 m were made, and the distribution pattern of Cinnamomum sp. was analyzed using the Morisita Index. The results of the identification of LIPI Research Center for Plant Conservation and Botanical Gardens Number: B-833 / IPH.3 / KS / VII / 2020 dated July 14, 2020, that the plants found in this study were Cinnamomum iners Reinw. ex Blume and Cinnamomum javanicum Blume (Lauraceae). The analysis results obtained an IP value of C. iners of 0.610361, with a clustered distribution pattern. C. javanicum has an IP value of 0.574946, with a clustered distribution pattern. The small number of C. javanicum may be influenced by the lack of nutrients in secondary swamp forests, so this affects its distribution and existence in nature. Although the Cinnamomum sp. group prefers sandy soil and is rich in organic matter, it also requires a certain altitude for growth.Cinnamomum sp. merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan jamu dan obat tradisional, serta dikenal sebagai penghasil minyak atsiri dari daun dan kayunya. Kelangkaannya di alam diperparah oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai potensinya, dan praktik penebangan untuk kayu. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan Kota Palangka Raya, terletak di Kelurahan Mungku Baru Kecamatan Rakumpit kota Palangka Raya dan dikenal dengan KHDTK Mungku Baru. Data dikumpulkan menggunakan metode garis berpetak dengan peletakan secara sistematis . Sebanyak 12 transek berukuran 500 m × 20 m dibuat, dan pola sebaran Cinnamomum sp. dianalisis menggunakan Indeks Morisita. Hasil identifikasi LIPI Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Nomor: B-833/IPH.3/KS/VII/2020 tanggal 14 juli 2020 bahwa tumbuhan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Cinnamomum iners Reinw. ex Blume dan Cinnamomum javanicum Blume (Lauraceae). Hasil perhitungan didapatkan hasil nilai IP C. iners sebesar 0,610361, dengan pola persebaran mengelompok. C. javanicum mempunyai nilai IP sebesar 0,574946, dengan pola persebaran mengelompok. Sedikitnya jumlah C. javanicum bisa jadi dipengaruhi oleh miskinya unsur hara di hutan rawa sekunder, sehingga hal ini mempengaruhi sebaran dan keberadaanya di alam. Walaupun kelompok Cinnamomum sp.menyukai tanah yang berpasir dan kaya akan bahan organik, namun juga mensyaratkan ketinggian tertentu untuk tumbuhnya.
Copyrights © 2025