Kerusakan hati akibat stres oksidatif dapat dipicu oleh induksi aloksan yang menyebabkan peningkatan pembentukan radikal bebas dan gangguan fungsi hepatosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dan daun ketapang terhadap kadar SGOT, SGPT, dan gambaran histologi hati pada tikus Wistar jantan yang diinduksi dengan aloksan serta menentukan konsentrasi kombinasi ekstrak yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kelompok induksi aloksan + metformin dosis 45 mg/kgBB, kelompok kombinasi ekstrak dosis 100 mg/kgBB: 40 mg/kgBB, dosis 150 mg/kgBB: 60 mg/kgBB, dan dosis 200 mg/kgBB: 80 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dan daun ketapang terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus Wistar jantan yang diinduksi aloksan dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Kelompok kombinasi ekstrak dosis 100 mg/kgBB : 40 mg/kgBB menunjukkan hasil paling efektif dalam menurunkan kadar SGOT dengan rerata 88,80±13,953 dan kadar SGPT sebesar 49,00±7,176. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dan daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan perbaikan gambaran histologi hati pada tikus Wistar jantan yang diinduksi aloksan.
Copyrights © 2026