Laporan World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa sebanyak 149,2 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia menghadapi masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Merespons tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi hubungan antara status gizi, riwayat imunisasi, serta kepatuhan pemeriksaan rutin terhadap proses tumbuh kembang balita. Kajian ini juga difokuskan untuk mendukung optimalisasi Program Integrasi Pelayanan Primer (ILP). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi studi mencakup 1.100 anak balita yang tercatat mengunjungi Puskesmas Pakuan Baru, Kota Jambi, selama rentang Januari hingga September 2025. Dari populasi tersebut, sebanyak 92 responden ditarik sebagai sampel melalui teknik random sampling. Pengambilan data sendiri telah dilangsungkan pada bulan Januari 2025. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square, temuan penelitian membuktikan adanya korelasi yang signifikan antara seluruh variabel independen dengan tumbuh kembang balita. Secara berurutan, status gizi (p=0,000), kelengkapan imunisasi (p=0,001), dan rutinitas pemeriksaan kesehatan (p=0,004) terbukti memiliki hubungan yang bermakna (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut berkontribusi nyata terhadap kualitas tumbuh kembang balita dan krusial dalam memperkuat implementasi Program ILP. Sebagai tindak lanjut, pelaksanakan program ILP disarankan untuk terus diintensifkan melalui pemantauan status gizi yang ketat, kepastian kelengkapan imunisasi, dan evaluasi rutin balita. Selain itu, tenaga kesehatan perlu proaktif dalam memberikan edukasi serta pendampingan berkelanjutan bagi para orang tua guna menjamin tercapainya perkembangan anak yang komprehensif dan optimal.
Copyrights © 2026