Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering menimbulkan kerugian besar, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sarana pemadam. Desa Sambalia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, termasuk kawasan rawan kebakaran karena padatnya permukiman, instalasi listrik sederhana, serta minimnya fasilitas penanggulangan dini. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kebakaran awal. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat. Pelatihan dilakukan melalui tahapan sosialisasi bahaya kebakaran, pengenalan dasar APAR, demonstrasi penggunaan dengan metode PASS, praktik langsung, serta simulasi kondisi darurat. Evaluasi dilaksanakan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi praktik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta. Skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan meningkat lebih dari 70%, sementara sikap kesiapsiagaan juga mengalami penguatan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung efektif membangun kapasitas masyarakat dalam mitigasi kebakaran. Kegiatan ini memberikan dampak praktis bagi masyarakat, kontribusi akademis dalam pengembangan model pelatihan di pedesaan, serta nilai strategis sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan mitigasi berbasis komunitas.
Copyrights © 2026