LIMNOTEK
Vol. 23 No. 2 (2016)

HIBRIDISASI ANTARSTRAIN UDANG REGANG UDANG AIR TAWAR ASLI INDONESIA (Macrobrachium sintangense De Man 1898)

Djamhuriyah S. (Unknown)
Novi Mayasari (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Sep 2017

Abstract

Udang regang (Macrobrachium sintangense) merupakan udang air tawar asli Indonesia yang belum dikembangkan. Udang ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan salah satu fungsinya sebagai sumber protein masyarakat. Pusat Penelitian Limnologi-LIPI melakukan penelitian dan pengembangan udang regang pada tahun 2012-2014. Salah satu topik penelitiannya yaitu hibridisasi untuk mencari kombinasi tetua terbaik guna memperoleh hibrida yang unggul. Hibridisasi interstrain dilakukan secara resiprokal dengan 4 kali ulangan pada 5 strain udang teradaptasi yang berasal dari wilayah Jawa Barat (Bogor/A); Jawa Tengah (Brebes-Malahayu/B); Lampung (Way Sakampung/C); Jawa Timur (Sidoarjo/D); dan Kalimantan Barat (Sintang/E). Pengamatan dilakukan pada kemampuan menghasilkan telur (kemampuan hibridisasi), kemampuan menghasilkan larva, lama inkubasi telur (LIT), jumlah larva, pertumbuhan, dan sintasan. Kemampuan hibridisasi yang dicapai antara 0-100%, namun penetasan berlangsung 0-50% dengan LIT 22-25 hari. Terlihat bahwa strain Kalimantan tidak mampu beradaptasi maupun berhibridisasi. Hibrida dari pasangan AB dan BA memberikan penampilan pertumbuhan dan sintasan terbaik. Dari jarak genetik terlihat bahwa strain Jawa Barat (A) berkerabat dekat dengan strain Jawa Tengah (B).

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

limnotek

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Engineering Environmental Science

Description

The journal establishes an integrated understanding of the interface between natural processes of water resources and inland water ecosystems with their human domains. Incorporating broad themes concerning ecology of inland water ecosystems and perspectives regarding sustainable utilizations of the ...