Pemilihan merek ban yang tepat merupakan proses pengambilan keputusan yang krusial karena melibatkan berbagai kriteria teknis dan non-teknis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menganalisis Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pemilihan merek ban menggunakan kombinasi metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dan Simple Additive Weighting (SAW), serta menguji tingkat korelasi dan validitas hasil pemeringkatan terhadap penilaian pakar. Data yang digunakan mencakup 17 alternatif merek ban yang dievaluasi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode memberikan urutan pemeringkatan yang konsisten dan identik. Alternatif Continental UC6 (A12) menempati peringkat pertama sebagai rekomendasi terbaik dengan nilai preferensi sebesar 0,9648 pada TOPSIS dan 0,9887 pada SAW, diikuti oleh Michelin Energy XM2 (A13) di peringkat kedua TOPSIS 0,9606 SAW 0,9880 serta Bridgestone B250 (A2) di peringkat ketiga TOPSIS 0,8129 SAW 0,9452. Pengujian korelasi Rank Spearman menghasilkan nilai koefisien korelasi () sebesar 1,000 antara hasil metode TOPSIS dan SAW, yang mengonfirmasi kesesuaian antar kedua algoritma. Selain itu, pengujian korelasi antara pemeringkatan sistem dengan penilaian ahli menghasilkan nilai koefisien korelasi () sebesar 0,953 dengan nilai signifikansi () sebesar 0,000 (), yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik. Dengan demikian, model SPK yang dirancang memiliki tingkat keselarasan yang tinggi dalam memberikan rekomendasi kelayakan ban mobil bekas.
Copyrights © 2026