Tujuan pada dari judul ini membahas relasi antara naql dan ‘aql dalam penafsiran ayat-ayat eskatologi melalui kajian komparatif terhadap Jām’ al-Bayān karya al-Ṭabarī dan Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhr al-Dīn al-Rāzī. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pendekatan interpretatif, tingkat penggunaan rasionalitas, serta implikasi epistemologis yang muncul dalam memahami konsep kehidupan akhirat, kebangkitan, dan hari kiamat. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir sama-sama menempatkan naql sebagai landasan utama penafsiran, namun al-Ṭabarī lebih berorientasi pada riwayat dan analisis kebahasaan, sedangkan al-Rāzī mengembangkan penafsiran melalui integrasi argumentasi rasional, teologi, dan filsafat. Perbedaan orientasi tersebut mencerminkan perkembangan epistemologi tafsir dari dominasi pendekatan transmisi menuju model interpretasi yang lebih reflektif dan rasional. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara naql dan ‘aql memiliki kontribusi penting dalam membentuk konstruksi pemahaman eskatologi Islam sekaligus memperlihatkan dinamika perkembangan tradisi tafsir klasik.
Copyrights © 2026