Artikel ini merupakan hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan bagi remaja Kristen pada tanggal 8-9 Mei 2026 di GPdI Fajar Pengharapan Klaten, Jawa Tengah. Disrupsi digital telah memengaruhi pembentukan identitas, pemahaman diri, dan relasi sosial kaum muda, termasuk cara mereka memahami seksualitas dan identitas diri. Identifikasi awal terhadap kondisi mitra menunjukkan masih terbatasnya pemahaman alkitabiah dan teologis mengenai seksualitas, relasi, dan identitas Kristen dalam menghadapi perubahan sosial pada era digital. Kegiatan PkM ini bertujuan membangun pemahaman remaja mengenai identitas dan seksualitas manusia berdasarkan perspektif Alkitab dan teologi Reformed. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi disusun berdasarkan pemahaman teologis Reformed mengenai manusia sebagai gambar Allah, relasi, seksualitas, dan kasih, serta dikontekstualisasikan dengan kehidupan remaja masa kini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta serta kebutuhan akan pembentukan rohani yang terencana, holistik, dan berpusat pada Kristus. Temuan kegiatan juga menunjukkan pentingnya sinergi keluarga, gereja, dan sekolah dalam mendampingi remaja menghadapi persoalan identitas, relasi, dan seksualitas pada era digital. Kegiatan ini merekomendasikan pengembangan pendidikan seksualitas berdasarkan wawasan dunia Alkitab serta penyediaan ruang dialog yang aman dan bertanggung jawab bagi remaja Kristen.
Copyrights © 2026