Perkembangan pariwisata mendorong pergeseran menuju pengalaman wisata yang berorientasi pada kesejahteraan melalui integrasi budaya dan wellness. Jemparingan sebagai aktivitas budaya Jawa memiliki unsur fokus, pengendalian diri, dan olah rasa yang berpotensi membentuk wellness experience. Penelitian ini bertujuan menganalisis wellness experience peserta dalam aktivitas budaya Jemparingan di Pendhapa Jemparingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh peserta yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wellness experience terbentuk secara holistik melalui keterkaitan dimensi Environmental Health, Physical Fitness, Quality of Life, dan Psychological Fitness. Keempat dimensi tersebut saling berkontribusi, dengan Psychological Fitness menjadi dimensi yang paling dominan. Pengalaman peserta juga dipengaruhi oleh suasana budaya Jawa, filosofi Jemparingan, dan praktik olah rasa yang memperkuat pemaknaan selama aktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa Jemparingan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas budaya dan rekreasi, tetapi juga berpotensi memberikan pengalaman wellness yang mendukung kesejahteraan peserta secara holistik.
Copyrights © 2026