Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko burnout pada karyawan SPBU akibat tuntutan pekerjaan, sistem kerja shift, serta interaksi yang intensif dengan pelanggan. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Selain stres kerja, dukungan sosial juga diduga memengaruhi tingkat burnout karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan dukungan sosial terhadap burnout pada karyawan SPBU Cibodas Tangerang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan SPBU Cibodas Tangerang sebanyak 35 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout karyawan. Dukungan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap burnout secara parsial. Namun, secara simultan stres kerja dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap burnout. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,621 menunjukkan bahwa 62,1% variasi burnout dapat dijelaskan oleh stres kerja dan dukungan sosial, sedangkan 37,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Copyrights © 2026