Kriopreservasi sperma merupakan teknologi penting dalam mendukung keberlanjutan reproduksi, penyediaan benih, dan konservasi plasma nutfah ikan. Penggunaan krioprotektan sintetis memiliki keterbatasan karena konsentrasi yang tidak tepat dapat menimbulkan toksisitas dan menurunkan kualitas spermatozoa. Artikel ini bertujuan menganalisis pemanfaatan berbagai bahan alami sebagai krioprotektan ekstraseluler dan bahan aditif ekstender dalam kriopreservasi sperma ikan, termasuk mekanisme perlindungan, dosis penggunaan, serta pengaruhnya terhadap kualitas spermatozoa pascapencairan. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan analisis deskriptif-komparatif terhadap publikasi ilmiah yang membahas penggunaan bahan alami pada spermatozoa ikan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kuning telur, madu, sari kurma, air kelapa muda, ekstrak daun kemangi, dan susu kedelai memiliki potensi sebagai bahan pelindung melalui mekanisme stabilisasi membran, pengaturan osmolalitas, penyediaan energi, dan aktivitas antioksidan. Kombinasi bahan alami dengan krioprotektan intraseluler juga mampu mempertahankan motilitas, viabilitas, fertilisasi, dan daya tetas spermatozoa secara lebih baik. Efektivitas bahan alami berbeda antarspesies dan dipengaruhi oleh konsentrasi, jenis pengencer, serta kondisi pembekuan dan pencairan. Oleh karena itu, optimasi formulasi dan dosis spesifik spesies diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan kriopreservasi sperma ikan.
Copyrights © 2026