Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering dikaitkan dengan gangguan tidur, seperti insomnia dan Obstructive Sleep Apnea (OSA). Kualitas tidur yang buruk dapat mengurangi tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Terapi nonfarmakologis, seperti terapi doa dan Swedish massage, dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas tidur pada penderita hipertensi melalui efek relaksasi fisik dan spiritual. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi doa dan Swedish massage terhadap kualitas tidur penderita hipertensi di Posyandu Lansia Desa Simbatan, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design . Sampel penelitian berjumlah 60 penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling . Intervensi berupa terapi doa dan Swedish massage dilakukan selama 2 hari berturut-turut dengan durasi 25 menit setiap sesi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p = 0,001). Hasil: Rerata skor PSQI mengalami penurunan dari 7,22 menjadi 4,62 setelah intervensi. Perbaikan paling menonjol terjadi pada indikator kualitas tidur, durasi tidur, dan disfungsi di siang hari. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terapi doa dan Swedish massage berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi. Peningkatan kualitas tidur terjadi melalui efek relaksasi yang dihasilkan oleh Swedish massage serta dukungan spiritual dari terapi doa. Penelitian lanjutan dengan frekuensi intervensi yang lebih tinggi dan kontrol yang lebih ketat terhadap aspek spiritual diperlukan untuk memperkuat temuan ini.
Copyrights © 2026