Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial dan sensitivitas usaha penangkaran burung walet milik Bapak I Wayan purcita di Desa Padalembara,Kecamatan Poso Pesisir Selatan terhadap perubahan harga jual. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan mengunakan indikator kelayakan finansial yaitu Net Present value (NPV), Internal Rate Of Retrun (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Payback Period (PP), dan Break Even Point (BEP), serta analisis sensitivitas dengan Skenario penurunan harga sebesar 10% dan 30%. Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun usaha ini menghasilkan pendapatan bersih rata-rata Rp44.900.000 per tahun, investasi dinilai tidak layak dijalankan karena tingginya biaya investasi awal. Pada kondisi normal, nilai NPV negative sebesar -Rp6.735,965, IRR sebesar 10,6% (dibawah Tingkat suku bunga 12%), Net B/C sebesar 0,93, dan Payback Period selama 6 tahun 3 bulan. Pada sekenario penurunan harga 10%, kondisi finansial menurun dengan NPV -Rp17.463.179, IRR 7,98%, Net B/C 0,28, dan Payback Period 6 tahun 7 bulan. Sementara pada sekenario 30%, parameter terkoreksi sangat dalam dengan NPV -Rp41.931.023, IRR-3,21%, Net B/C 0,56, payback period 7 tahun7 bulan, serta BEP produksi naik menjadi 1,18 kg. kesimpulanya, usaha penangkaran ini sangat sensitive terhadap fluktuasi harga dan tidak layak secara finansial
Copyrights © 2026