Abstrak: Diaspora Indonesia di Korea Selatan menghadapi tantangan kesehatan akibat beban kerja fisik yang tinggi dan iklim ekstrem. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi Masjid Al-Falah Seoul sebagai pusat edukasi kesehatan holistik sehingga para jamaah dapat mandiri dalam mengatasi keluhan fisik dan mengedukasi rekan-rekan lainnya. Metode pelaksanaan berupa workshop interaktif penyuluhan literasi kesehatan adaptif, serta praktik latihan fisik mandiri. Mitra pengabdian adalah komunitas Muslim Indonesia di Seoul yang melibatkan 8 jemaah laki-laki dan 10 jemaah perempuan. Evaluasi program diukur secara kuantitatif melalui instrumen angket 10 butir pertanyaan (pre test dan post test) dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan kemampuan jemaah ke kategori “Baik (Skor > 70). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada hardskill dan softskill kesehatan jemaah. Sebanyak 100% jemaah berhasil mencapai kategori pengetahuan “baik dalam penanganan cedera mandiri, dan pemahaman sarcopenia, yang menandakan adanya peningkatan kemampuan dari kondisi awal serta tercapainya eliminasi total terhadap ketidakpahaman jemaah. Keberhasilan ini didukung oleh pengadaan fasilitas pojok kesehatan dan pendidikan (PKP) sebagai sarana pemantauan kesehatan komunitas secara mandiri dan berkelanjutan di perantauan.Abstract: The Indonesian diaspora in South Korea faces health challenges stemming from heavy physical workloads and extreme weather conditions. This community service intiative aims to optimize the role of Al-Falah Mosque in Seoul as a hub for holistic health education, enabling congregants to independently manage physical ailments and educate their peers The implementations method involved interactive workshops on adaptive health literacy and sessions on independent physical exercise routines. The project partnered with the Indonesian Muslim Community in Seoul, engaging 8 male and 10 female congregants. Program evaluation was conducted quantitatively using A 10-item questionnaire instrument (pre-test and post-test), with the success indicator being an improvement in the congregation members' proficiency to the "Good" category (score > 70). Result indicate a significant improvement in the congregants health related hard and soft skills. All participants (100%) achieved a “good knowledge rating regarding self management of injuries and understanding of sarcopenia. This signifies an improvement over baseline levels and the complete elimination of prior knowledge gaps. This success was further supported by the establishment of a health and education corner (PKP), serving as a facility for independent and sustainable community health monitoring while living abroad.
Copyrights © 2026