Mesin sentrifugal merupakan peralatan utama dalam proses pemisahan kristal gula dari larutan molase pada industri gula. Salah satu komponen pendukung yang berperan penting dalam kelancaran proses discharge adalah pneumatic swing cylinder. Gangguan atau kegagalan pada komponen ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi produksi, ketidakstabilan proses, hingga terjadinya downtime mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan serta menentukan prioritas perbaikan pada sistem pneumatic swing cylinder mesin sentrifugal menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di area produksi, wawancara dengan teknisi pemeliharaan, serta studi dokumen perawatan. Analisis FMEA dilakukan dengan mengevaluasi parameter severity, occurrence, dan detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen seal memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 168, yang mengindikasikan tingkat risiko kegagalan paling kritis akibat keausan dan kebocoran udara. Kondisi ini berdampak langsung terhadap penurunan performa sistem discharge. Oleh karena itu, penerapan preventive maintenance secara terjadwal dan penggantian komponen kritis sesuai umur pakai direkomendasikan untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas operasi mesin sentrifugal.
Copyrights © 2026