Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi serat Ananas comosus terhadap sifat tarik, impak, dan lentur komposit resin epoksi serta mengevaluasi potensinya sebagai material alternatif untuk panel bodi kendaraan truk nonstruktural. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua variasi orientasi serat, yaitu orientasi lurus (unidirectional) dan anyaman (woven). Komposit difabrikasi menggunakan metode hand lay-up dan diuji berdasarkan ASTM D3039 untuk kekuatan tarik, ASTM D256 untuk kekuatan impak, dan ASTM D790 untuk kekuatan lentur. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Independent Samples t-test setelah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan orientasi serat lurus memiliki kekuatan tarik rata-rata sebesar 70,00 MPa, kekuatan impak sebesar 0,070 J/mm², dan kekuatan lentur sebesar 81,64 MPa, sedangkan orientasi serat anyaman menghasilkan kekuatan tarik sebesar 64,28 MPa, kekuatan impak sebesar 0,075 J/mm², dan kekuatan lentur sebesar 80,38 MPa. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kekuatan tarik (p = 0,003) dan kekuatan impak (p = 0,001), sedangkan perbedaan kekuatan lentur tidak signifikan (p = 0,344). Secara keseluruhan, orientasi serat lurus menunjukkan performa sifat mekanik yang lebih baik pada sebagian besar parameter yang diuji. Perbandingan dengan material FRP komersial menunjukkan bahwa komposit yang dikembangkan berada dalam rentang kekuatan tarik dan melampaui nilai minimum kekuatan impak, tetapi masih memiliki kekuatan lentur yang lebih rendah. Dengan demikian, komposit serat Ananas comosus dan resin epoksi berpotensi dikembangkan sebagai material alternatif untuk panel bodi kendaraan truk nonstruktural.
Copyrights © 2026