Ponsel pintar kini tidak dapat dipisahkan dari aktivitas harian manusia, akan tetapi kemunculan bunyi notifikasi secara mendadak sering kali merusak konsentrasi di area yang menuntut keheningan mutlak, misalnya tempat ibadah, ruang pertemuan, maupun fasilitas akademik. Mengandalkan konfigurasi mode hening secara manual terbukti kurang efisien akibat faktor kelalaian manusia yang kerap lupa mengubah profil suara gawai mereka saat berpindah tempat. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan mengembangkan perangkat lunak Android bernama Quiet Zone dengan memanfaatkan fitur geofencing untuk memicu transisi mode senyap secara mandiri dan akurat. Siklus perancangan sistem mengadopsi model Waterfall, berawal dari identifikasi kebutuhan, perancangan arsitektur, penulisan kode, evaluasi, hingga fase pemeliharaan. Dari sisi teknis, antarmuka pengguna dibangun di atas kerangka kerja Flutter, sementara Firebase Realtime Database difungsikan sebagai pusat penyimpanan data cloud. Aplikasi ini dibekali kemampuan melacak koordinat secara langsung, membatasi wilayah dengan radius 5 meter, mengalihkan profil dering otomatis, serta merekam log pergerakan pengguna. Hasil evaluasi berbasis Black Box Testing mengonfirmasi bahwa seluruh spesifikasi fungsional telah beroperasi tanpa kendala. Kesimpulannya, integrasi teknologi ini ke dalam satu wadah aplikasi berhasil menekan potensi kebisingan gawai di zona-zona khusus secara optimal.
Copyrights © 2026