Okra adalah sayuran dengan kandungan fiber atau serat yang tinggi. Pada tahun 2019, 30% produksi okra dipasarkan secara lokal, sedangkan 70% diekspor ke Jepang. Hal ini menjadi peluang besar tanaman okra untuk dikembangkan di Indonesia. Namun, luas tanam sekitar 300 hektar dengan jumlah produksi 300-600 ton. Sebab itu, diperlukan upaya intensifikasi pertanian melalui pemupukan untuk meningkatkan hasil produksi. Pemupukan sebagai upaya menambahkan unsur hara kedalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah. Salah satunya pemupukan nitrogen dan kalium. Selama fase vegetatif, tanaman memerlukan nitrogen dalam kadar tinggi karena unsur ini berperan dalam pembentukan asam amino, protein, asam nukleat, klorofil, dan senyawa pembawa energi. Sementara kalium berperan dalam meningkatkan resistensi pada penyakit dan memperbaiki kualitas buah. Studi ini dijutukan untuk mengkaji pengaruh kombinasi dosis pupuk N dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra, serta mendapatkan dosis kombinasi yang tepat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2024, bertempat di Daparejo, Kota Batu (7,91220°S, 112,57802°T). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 9 perlakuan meliputi: P1 = 150 kg N ha-1 + 100 kg K2O ha-1, P2 = 150 kg N ha-1 + 150 kg K2O ha-1, P3 = 150 kg N ha-1 + 200 kg K2O ha-1, P4 = 200 kg N ha-1 + 100 kg K2O ha-1, P5 = 200 kg N ha-1 + 150 kg K2O ha-1, P6 = 200 kg N ha-1 + 200 kg K2O ha-1, P7 = 250 kg N ha-1 + 100 kg K2O ha-1, P8 = 250 kg N ha-1 + 150 kg K2O ha-1, P9 = 250 kg N ha-1 + 200 kg K2O ha-1 dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kombinasi pupuk N dan K berpengauh pada parameter pertumbuhan, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, umur berbunga, serta terhadap hasil berupa jumlah buah per tanaman, bobot segar buah per tanaman, bobot segar buah per hektar, dan analisis usaha tani. Kombinasi dosis 250 kg N ha-1 dan 200 kg K2O ha-1 memberikan pertumbuhan tanaman terbaik dan menghasilkan panen tertinggi, yaitu 3,76 ton per hektar. Hasil analisis usaha tani pada 250 kg N ha-1 dan 200 kg K2O ha-1 layak diusahakan dengan keuntungan lebih besar dari perlakuan lainnya.
Copyrights © 2026