Pisang Cavendish (Musa acuminata AAA) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan yang terus meningkat di Indonesia. Meskipun produksinya naik dari 8.741.147 ton pada 2021 menjadi 9.245.427 ton pada 2022 (BPS, 2023), produktivitas masih terkendala fluktuasi iklim. Bibit hasil kultur jaringan banyak digunakan karena mempercepat ketersediaan benih, namun sistem perakarannya belum optimal sehingga memerlukan perlakuan tambahan pada fase aklimatisasi. Aplikasi auksin dapat merangsang pertumbuhan akar, sementara pupuk NPK menyediakan unsur hara makro esensial untuk mendukung pembentukan protein, enzim, dan klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi auksin dan dosis pupuk NPK yang optimal untuk menghasilkan bibit pisang Cavendish berkualitas. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2025 di Nursery PT. Nusantara Segar Abadi, Blitar, dengan rancangan acak kelompok faktorial dua faktor: konsentrasi auksin (0; 10; 20 ppm) dan dosis pupuk NPK (0; 2,5; 3,5 g tan-1), dengan 3 ulangan dan total 27 satuan percobaan, masing-masing berisi 8 tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lingkar batang semu, kadar klorofil, dan volume akar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ bila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara konsentrasi auksin dan dosis NPK. Konsentrasi auksin 10 ppm dengan NPK 3,5 g tan-1 meningkatkan volume akar, sementara kombinasi auksin 10 ppm dengan NPK 2,5 g tan-1 memberikan peningkatan signifikan pada seluruh parameter pertumbuhan. Temuan ini menegaskan potensi aplikasi auksin dan pupuk NPK untuk mendukung pertumbuhan bibit pisang Cavendish hasil kultur jaringan.
Copyrights © 2026