Melon termasuk tanaman yang sensitif terhadap ketersediaan air dan perubahan kondisi lingkungan. Pemanfaatan teknologi seperti sistem fertigasi menuntut pemilihan media tanam yang tepat karena secara langsung mempengaruhi retensi air, aerasi, dan ketersediaan nutrisi untuk tanaman. Cocopeat merupakan media tanam dengan kapasitas retensi air yang tinggi, namun cenderung mengalami pemadatan seiring waktu, sehingga perlu dikombinasikan dengan media tanam yang lain. Cocofiber dapat digunakan sebagai bahan campuran karena memiliki struktur berserat dan bertekstur kasar dengan porositas tinggi yang mampu meningkatkan aerasi pada zona perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari komposisi media tanam cocopeat dan cocofiber terhadap kualitas buah melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2025 di Korean Smart Greenhouse yang terletak di BBPP Ketindan Lawang, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yang meliputi M1 = cocopeat + cocofiber (4:1), M2 = cocopeat + cocofiber (3:1), M3 = cocopeat + cocofiber (2:1), dan M4 = cocopeat + cocofiber (1:1). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam cocopeat + cocofiber dengan perbandingan 4:1 menghasilkan umur berbunga (23,47 hari), lingkar buah (40,12 cm) dan bobot segar buah (1,24 kg) lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan komposisi media tanam dengan perbandingan 3:1, 2:1, dan 1:1.
Copyrights © 2026