Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang menghadapi tantangan penurunan kualitas bibit vegetatif dan cekaman lingkungan seperti salinitas. Penggunaan True Shallot Seed (TSS) varietas Lokananta dan induksi mutasi sinar gamma diharapkan dapat meningkatkan keragaman genetik dan toleransi terhadap salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Lethal Dose 50 (LD50), keragaman genetik, serta indeks kepekaan terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juli 2025 di KebunĀ Tajur 2, Bogor. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor: dosis iradiasi sinar gamma (0, 50, 100, 150, 200 Gy) dan konsentrasi salinitas NaCl (0 dan 3000 ppm). Hasil penelitian menunjukkan nilai LD50 pada bawang merah TSS varietas Lokananta adalah 154,36 Gy. Keragaman genetik kategori tinggi (KK > 50%) ditemukan pada karakter diameter batang (150 Gy), diameter umbi (50 Gy), serta bobot kering umbi dan bobot akar (200 Gy). Berdasarkan Stress Susceptibility Index (SSI), perlakukan iradiasi dosis 50 Gy, 100 Gy, dan 150 Gy tergolong toleran terhadap cekaman salinitas, sedangkan kontrol (0 Gy) dan dosis 200 Gy tergolong peka.
Copyrights © 2026