Inklusi keuangan, inflasi, dan net ekspor merupakan faktor ekonomi yang diduga memengaruhi tingkat ketimpangan wilayah antarprovinsi di Pulau Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan inklusi keuangan, inflasi, net ekspor, dan ketimpangan wilayah serta menganalisis pengaruh inklusi keuangan, inflasi, dan net ekspor terhadap ketimpangan wilayah provinsi di Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode analisis deskriptif dan analisis kuantitatif melalui regresi data panel menggunakan EViews 12. Data penelitian terdiri atas 10 provinsi di Pulau Sumatera selama periode 2020–2024 dengan 50 observasi yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan publikasi resmi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan cenderung meningkat, sedangkan inflasi, net ekspor, dan ketimpangan wilayah mengalami perkembangan yang berfluktuasi antarprovinsi. Berdasarkan hasil regresi data panel dengan Random Effect Model (REM), inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan wilayah dengan probabilitas 0,0005, inklusi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan dengan probabilitas 0,0240, sedangkan net ekspor tidak berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,5075. Secara simultan, inklusi keuangan, inflasi, dan net ekspor berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,027590
Copyrights © 2024