Komunitas lari telah berkembang menjadi ruang sosial di luar aktivitas fisik semata, tempat kebersamaan dan solidaritas diproduksi melalui interaksi sosial yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebersamaan dan solidaritas di dalam komunitas Puncak Runners terbentuk melalui interaksi sosial dalam praktik berlari. Pendekatan kualitatif dengan perspektif Studi Budaya (Cultural Studies) digunakan untuk mengungkap makna sosial di balik praktik lari komunitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan kunci dan pendukung, observasi partisipatif, serta dokumentasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dalam kegiatan lari bersama (group run) dan lari lintas alam (trail run) secara konsisten membangun kebersamaan, saling mendukung, dan solidaritas kolektif. Kebersamaan diperkuat oleh pengalaman kolektif di lingkungan alam wilayah Puncak, yang menghasilkan dimensi emosional dan ekologis. Solidaritas komunitas diwujudkan melalui prinsip-prinsip inklusivitas, saling membantu tanpa memandang tingkat kemampuan, dan representasi identitas kolektif di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik berlari Puncak Runners menjadi medium pembentukan modal sosial yang mengintegrasikan kebersamaan, solidaritas, dan identitas kolektif sebagai bagian dari gaya hidup sosial kontemporer.
Copyrights © 2026