Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting bagi kesehatan dan kualitas hidup. Di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, air sumur masih banyak digunakan sebagai sumber utama air bersih, namun kualitasnya sering kali belum memenuhi standar air layak konsumsi akibat tingginya tingkat kekeruhan dan kandungan zat terlarut. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem filterisasi air sumur berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja secara otomatis dan berkelanjutan, dengan prinsip kerja dimulai dari proses filterisasi air sumur, kemudian air hasil filtrasi diuji kualitasnya berdasarkan parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan (turbidity) menggunakan sensor yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP8266. Air dinyatakan layak konsumsi apabila memiliki nilai pH berada pada rentang 6,5–8,5, nilai TDS ≤ 600 mg/L, dan tingkat kekeruhan ≤ 5 NTU. Data hasil pengukuran dikirimkan ke sistem monitoring berbasis web untuk ditampilkan secara real-time, dan apabila hasil pengujian menunjukkan air belum memenuhi standar kelayakan tersebut, sistem akan mengulangi proses filterisasi hingga kualitas air berada dalam batas aman. Metode penelitian yang digunakan adalah prototyping yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian, dengan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem filterisasi mampu menurunkan nilai kekeruhan dan TDS serta menjaga kestabilan pH setelah proses penyaringan, sehingga sistem ini efektif sebagai solusi filterisasi air sumur berbasis IoT yang dilengkapi dengan monitoring kualitas air secara real-time.
Copyrights © 2026