Keterkaitan antara sektor pertambangan dan ketahanan energi menjadi isu strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia, mengingat struktur konsumsi energi nasional masih didominasi oleh energi fosil, sementara realisasi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) masih jauh tertinggal dari target, di tengah dinamika geopolitik global, tekanan transisi energi, serta komitmen dekarbonisasi yang kian mendesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kebijakan pertambangan dan energi di Indonesia, mengidentifikasi tantangan utama dalam integrasi kedua sektor tersebut, serta merumuskan arah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan tematik kualitatif pada 17 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan pada periode 2021–2026, serta didukung oleh berbagai dokumen kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi mineral, khususnya pada industri nikel, telah meningkatkan nilai tambah perekonomian dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri baterai global. Namun, integrasi sektor industri pertambangan dan ketahanan energi masih menghadapi empat tantangan utama, yaitu ketergantungan pada investasi asing dan risiko geopolitik, kelemahan tata kelola dan regulasi, dampak lingkungan dan sosial, serta keterbatasan teknologi dan infrastruktur. Sebagai temuan utama, penelitian ini menghasilkan kerangka integratif yang menunjukkan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak secara otomatis meningkatkan ketahanan energi tanpa reformasi tata kelola, diversifikasi investasi, dan penguatan kapasitas teknologi domestik. Oleh karena itu, prioritas strategis perlu diarahkan pada hilirisasi berkelanjutan berbasis ESG, percepatan transisi energi melalui mekanisme pembiayaan hijau, penguatan tata kelola pertambangan yang transparan, serta peningkatan kapasitas riset dan inovasi nasional. Sinergi kebijakan tersebut menjadi fondasi penting bagi terwujudnya ketahanan energi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026