Peningkatan akses investasi digital memperluas partisipasi generasi Z, namun minat investasi tetap dipengaruhi oleh kemampuan memahami keuangan, penilaian terhadap reputasi perusahaan, dan faktor psikologis berupa overconfidence. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, reputasi perusahaan, dan overconfidence terhadap minat investasi generasi Z di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan desain kuantitatif kausal dengan purposive sampling. Ukuran sampel minimum ditentukan menggunakan G*Power dan diperoleh 119 responden, sedangkan data yang dianalisis berasal dari 130 responden. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil model pengukuran menunjukkan seluruh indikator valid dan reliabel, dengan outer loading 0,849–0,923, AVE 0,770–0,808, composite reliability 0,944–0,955, dan Cronbach’s alpha 0,926–0,941. Model struktural menghasilkan R-Square 0,653 dan Q-Square 0,496. Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi (0,415; t=7,493; p<0,001), reputasi perusahaan juga berpengaruh positif dan signifikan (0,326; t=5,704; p<0,001), serta overconfidence berpengaruh positif dan signifikan (0,365; t=7,022; p<0,001). Literasi keuangan menjadi variabel dengan pengaruh terbesar, sehingga peningkatan minat investasi generasi Z perlu didukung oleh literasi keuangan, reputasi perusahaan yang terpercaya, dan pengelolaan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan investasi
Copyrights © 2026