OCB pada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) memiliki peran penting dalam menunjang efektivitas pelayanan dan pekerjaan yang dalam praktiknya dapat membutuhkan kontribusi di luar tanggung jawab formal. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh gaya kepemimpinan transaksional, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap OCB petugas PPSU Kelurahan Cikini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh yang melibatkan 52 petugas. Data primer diperoleh melalui kuesioner daring dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh konstruk telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas setelah dilakukan modifikasi indikator. Pada model struktural, nilai R-Square OCB sebesar 0,565. Gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB dengan koefisien jalur 0,241, t-statistic 2,753, dan p-value 0,006. Lingkungan kerja juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,436, t-statistic 3,221, dan p-value 0,001. Sementara itu, motivasi kerja memiliki koefisien positif 0,215 tetapi tidak signifikan, dengan t-statistic 1,633 dan p-value 0,102. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan kepemimpinan transaksional dan lingkungan kerja memiliki peran yang lebih kuat dalam meningkatkan OCB petugas PPSU.
Copyrights © 2026