Layanan self-register Moodle mempermudah pengguna dalam membuat akun secara mandiri, tetapi autentikasi yang hanya mengandalkan kata sandi masih memiliki risiko ketika kredensial diketahui pihak yang tidak berwenang. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan Multi-Factor Authentication (MFA) pada layanan self-register Moodle menggunakan Google Authenticator, WhatsApp OTP dan Email OTP serta menganalisis kinerja masing-masing metode. Penelitian menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM) dengan evaluasi kuantitatif deskriptif melalui 16 skenario pengujian yang mencakup integrasi self-register, Google OAuth 2.0, validasi OTP, hold mechanism, lockout mechanism, penggunaan ulang kode dan pengukuran latensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 16 skenario memenuhi indikator fungsi utama, terdiri atas 12 skenario berstatus Lulus Pengujian dan empat skenario Lulus Pengujian dengan Catatan. Google Authenticator berhasil menghasilkan dan memvalidasi TOTP secara lokal tanpa proses pengiriman kode melalui jaringan. WhatsApp OTP berhasil diintegrasikan melalui microservice Node.js dengan rata-rata waktu pemrosesan internal sebesar 400,185 ms, sedangkan Email OTP melalui SMTP Gmail dengan TLS memperoleh rata-rata latensi 5,2 detik. Sistem juga berhasil menahan akses sebelum konfigurasi MFA selesai dan menerapkan penangguhan setelah tiga kali kegagalan autentikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode MFA dapat diterapkan pada Moodle dengan karakteristik kinerja dan ketergantungan infrastruktur yang berbeda. Kata Kunci— Moodle, Multi-Factor Authentication, Google Authenticator, WhatsApp OTP, Email OTP
Copyrights © 2026